Saya Tangerang - Berdasarkan data realisasi investasi yang dipublikasikan oleh Kementerian Investasi/BKPM pada tanggal 31 Januari 2025, Pen...
Saya Tangerang - Berdasarkan data realisasi investasi yang dipublikasikan oleh Kementerian Investasi/BKPM pada tanggal 31 Januari 2025, Pencapaian realisasi investasi Kabupaten Tangerang periode Oktober – Desember (Triwulan IV) Tahun 2024 mencapai Rp. 7.4 triliun. Angka ini meningkat 7,9% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dan tumbuh 9,1% dibandingkan periode yang sama pada Triwulan IV Tahun 2023, yang mencapai Rp 6,8 triliun. Namun, secara kumulatif, realisasi investasi sepanjang Januari–Desember Tahun 2024 hanya mencapai Rp 26,2 triliun, turun 11,5% dibandingkan Tahun 2023 yang mencatatkan Rp 29,6 triliun. Namun, Pencapaian realisasi Investasi tahun 2024 sebesar 26,2 triliun ini melebihi target 110,8% dari target 23,7 triliun yang ditetapkan oleh Renstra Pemerintah Daerah.
Jumlah pencapaian realisasi investasi ini juga berbanding lurus dengan pencapaian jumlah pelaku usaha/proyek yang melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Pada Triwun IV Tahun 2024 DPMPTSP Kabupaten Tangerang mencatat jumlah pelaku usaha/proyek yang melaporkan LKPM berjumlah 7.216 Pelaku usaha dan secara kumulatif jumlah pelaku usaha sepanjang periode Januari-Desember Tahun 2024 yang melaporkan LKPM meningkat secara signifikan sebesar 70,9% atau berjumlah 26.319 pelaku usaha/proyek dibandingkan Tahun 2023 yang hanya mencapai 15.399 pelaku usaha/proyek.
Dengan begitu dapat disampaikan, penurunan realisasi investasi bukan dipengaruhi tingkat kepatuhan pelaku usaha di Kabupaten Tangerang dalam pelaporan LKPM. Pada Periode Januari-Desember Tahun 2024 kontribusi realisasi investasi Kabupaten Tangerang Pemilik Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi status penanaman modal yang masih dominan di Kabupaten Tangerang dengan komposisi 64,2% dari total pencapaian investasi atau sebesar Rp. 16,8 triliun dengan jumlah pelaku usaha/proyek yang melaporkan LKPM 17.630 Sedangkan Pemilik Modal Asing (PMA) mencapai 35,8 % dari total pencapaian investasi atau sebesar Rp. 9,4 triliun dengan jumlah pelaku usaha/proyek yang melaporkan LKPM 8.689.
Berdasarkan asal Negara PMA, realisasi investasi periode Januari-Desember Tahun 2024 mencatat terdapat 54 Negara asal PMA yang melakukan pelaporan LKPM, Negara Singapura menjadi negara dengan realisasi investasi paling tinggi dengan pencapaian (Rp. 4,4 Triliun), diikuti oleh R.R. Tiongkok (Rp. 1,2 Triliun), Korea Selatan (Rp. 1,0 Triliun), Hongkong (Rp. 719 Miliar) dan Jepang (Rp. 416 Miliar).
Berdasarkan sektor usaha, pada periode Januari-Desember Tahun 2024 lima besar realisasi investasi berasal dari PMDN ada pada sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp. 7,1 Triliun), Perdagangan dan Reparasi (Rp. 1,4 Triliun), Industri Makanan (Rp. 1,3 Triliun), Industri Karet dan Plastik (Rp. 1,2 Triliun) dan Jasa Lainnya (Rp. 1,1 Triliun) Sedangakan lima besar realisasi investasi yang menjadi kontribusi dari PMA ada pada sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp. 3,8 Triliun), Perdagangan dan Reparasi (Rp. 1,09 Triliun), Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik dan Jam (Rp. 893 Miliar), Industri Lainya (Rp. 579 Miliar) serta Jasa Lainnya (Rp. 472 Miliar).

COMMENTS